Senin, 07 Desember 2015

SAP GOSOK GIGI



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
SAP GOSOK GIGI

                                               
Topik                           : Cara Menggosok Gigi Yang Baik Dan Benar
Sub Topik                    : Pengertian Dan Manfaat Dari Cara Menggosok Gigi Yang Baik Dan Benar
Hari/tanggal                 : Jumat, 14 Agustus 2015
Pukul/Tempat              : 08.00 WIB, PAUD Glempang, TK Pertiwi dan SD 01 Glempang
Sasaran                                    : Anak PAUD, TK DAN SD
Waktu                          : 30 Menit

A.     TUJUAN UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan dan mendapatkan penjelasan tentang menggosok gigi, peserta diharapkan mengetahui cara menggosok gigi dengan baik dan benar
B.     TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu:
1.      Peserta dapat menjelaskan pengertian menggosok gigi
2.      Peserta dapat menjelaskan manfaat menggosok gigi
3.      Peserta dapt menjelaskan akibat bila tidak menggosok gigi
4.      Peserta dapat menjelaskan waktu yang tepat untuk menggosok gigi
5.      Peserta dapat menjelaskan cara menggosok gigi yang baik dan benar
C.     MATERI
1.      Pengertian menggosok gigi
2.      Manfaat menggosok gigi
3.      Akibat bila tidak menggosok gigi
4.      Waktu yang tepat untuk menggosok gigi
5.      Cara menggosok gigi yang baik dan benar
D.     METODE
1.      Ceramah
2.      Diskusi / Tanya jawab
E.     MEDIA
1.      Materi SAP
2.      Alat peraga Gigi
F.      KEGIATAN PENYULUHAN
No
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1.       
3 Menit
Pembukaan:
-    Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
-    Memperkenalkan Dari
-    Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
-    Menyebut materi yang akan diberikan
-          Menjawab Salam

-          Mendengarkan

-          Memperhatikan

-          Memperhatikan
2.       
15 Menit
Pelaksanaan:
-    Menjelaskan tentang pengertian menggosok gigi
-    Menjelaskan tentang manfaat menggosok gigi
-    Menjelaskan tentang waktu yang tepat untuk menggosok gigi
-    Menjelaskan akibat bila tidak menggosok gigi
-    Menjelaskan cara menggosok gigi dengan baik dan benar
-    Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya

-          Memperhatikan

-          Memperhatikan


-          Memperhatikan

-          Memperhatikan

-          Memperhatikan

-     Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
3.       
10 Menit
Evaluasi:
-          Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada siswa PAUD, TK dan SD yang dapat menjawab pertanyaan.

-        Menjawab pertanyaan
4.       
2 Menit
Terminasi:
-     Mengucapkan terimakasih atas peran peserta
-     Mengucapkan salam penutup

-          Mendengarkan

-          Menjawab Salam





G.    EVALUASI
1.      Metode Evaluasi          : tanya jawab
2.      Jenis Pertanyaan          : Lisan
H.    SUMBER PUSTAKA
Rudhi Eanto.2013.Penyuluhan Kesehatan Gigi.Gramedia:Jakarta
I.       URAIAN MATERI
MENGGOSOK GIGI (SIKAT GIGI)
1.      Pengertian menggosok gigi
Kegiatan rutin yang selalu kita lakukan tiap hari, setidaknya 2 kali sehari kita menggosok gigi.
2.      Tujuan menggosok gigi
a.       Gigi tampak bersih dan putih
b.      Mengurangi bau mulut
c.       Mencegah sakit gigi ( misalnya: caries gigi atau gigi berlubang)
3.      Akibat bila tidak menggosok gigi
a.       Gigi menjadi kuning kecoklatan
b.      Bau mulut bertambah
c.       Sakit gigi
4.      Waktu yang tepat untuk menggosok gigi
a.       Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi setelah sarapan dan kedua menjelang tidur
b.      Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur
c.       Apabila kita tidak mampu menggosok gigi  setelah makan, dianjurkan untuk kumur-kumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi.
5.      Cara Menggosok Gigi Yang Benar
a.       Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi
b.      Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bangian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
c.       Bersihkan permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi sebelah kanan dan kiri dengan gerakan maju mundur, atau mungkin boleh juga dengan sedikit diputar sebanyak 10-20 kali gosokan juga. Lakukan pada rahang atas terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan rahang bawah. Bulu sikat gigi diletakkan tegak lurus menghadap permukaan kunyah gigi.
d.      Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan cela-cela gigi. Rubah posisi sikat sesering mungkin.
e.       Bersihkan permukaan dalam gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit dengan menggunakan teknik modifikasi bass untuk lengkung gigi sebelah kanan dan kiri. Untuk lengkung gigi bangian depan dapat anda bersihkan dengan cara memegang sikat gigi secara vertical menghadap ke depan. Lalu gunakan ujung sikat dengan gerakan menarik dari gusi kearah mahkota gigi. Lakukan pada rahang atas terlebih dulu dan dilanjutkan dengan rahang bawah.
f.       Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar nafas lebih segar
g.        Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
h.      Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
i.        Jangan pernah meminjamkan sikat gigi anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.

SAP ASI EKSKLUSIF



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASI EKSLUSIF

Topik                           : ASI EKSKLUSIF
Sub topik                     : 1. Pengertian ASI Eksklusif.
2. Jenis-Jenis ASI.
3. Manfaat Pemberian ASI bagi bayi dan ibu.
4. Teknik Menyusui yang benar.
Hari/Tanggal                : Jumat, 14 Agustus 2015
Pukul/Tempat              : 10.00 WIB, Posyandu Lancar 3 Glempang
Sasaran/peserta                        : Ibu Menyusui
Waktu                          : 25 menit

A.       TUJUAN UMUM
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan peserta dapat mengikuti dan memahami tentang ASI Eksklusif.
B.       TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan peserta mampu menjelaskan tentang :
1.      Pengertian ASI Eksklusif.
2.      Jenis-Jenis ASI.
3.      Manfaat Pemberian ASI bagi bayi dan ibu.
4.      Teknik Menyusui yang benar.
C.       MATERI
1.      Pengertian ASI Eksklusif.
2.      Jenis-Jenis ASI.
3.      Manfaat Pemberian ASI bagi bayi dan ibu.
4.      Teknik Menyusui yang benar.
D.       METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
E.       MEDIA
1.      Materi SAP
2.      Lembar Balik
F.        KEGIATAN PENYULUHAN
NO.
WAKTU
KEGIATAN PENYULUH
KEGIATAN PESERTA
1.
5 Menit
Pembukaan :
a.  Memberi salam dan perkenalan diri.
b.  Menjelaskan tujuan penyuluhan.

Menjawab salam dan memperhatikan.
2.
15 Menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang materi penyuluhan secara teratur :
1. Pengertian ASI Eksklusif.
2. Jenis-Jenis ASI.
3. Manfaat Pemberian ASI bagi bayi dan ibu.
4. Teknik Menyusui yang benar.




Menyimak dan memperhatikan.
3.
5 Menit
Penutup :
a.  Evaluasi
b.  Kesimpulan
c.  Memberi salam penutup dan terima kasih.
Bertanya dan mengulang kembali materi yang disampaikan secara singkat dan menjawab pertanyaan.

G.      EVALUASI
1.      Metode Evaluasi      : tanya jawab
2.      Jenis Pertanyaan      : Lisan
H.      SUMBER PUSTAKA
Waryana. 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta : Pustaka Rihama.
I.         URAIAN MATERI
ASI EKSKLUSIF
1.      Pengertian
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi berupa ASI saja, tanpa diberikan cairan lain baik dalam bentuk apapun kecuali sirup obat. ASI eksklusif diberikan minimal dalam jangka waktu 6 bulan (Depkes, 1997). ASI saja dapat mencukupi kebutuhan bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Makanan dan minuman lain justru dpat membahayakan kesehatannya (Roesli, 2001).
2.      Jenis-Jenis ASI
a.       Colostrum, adalah cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ke-4. Colostrum yang sifatnya kental dan berwarna kekuningan karena mengandung beta karoten dan dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Colostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI. Hal ini menyebabkan bayi yang mendapat ASI pada minggu pertama sering defekasi dan feces berwarna hitam. Kandungan tertinggi dalam kolostrum adalah antibodi yang siap melindungi bayi ketika kondisi bayi masih sangat lemah. Kandungan protein dalam kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam ASI matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi kolostrum menjadi pekat/padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum. Kandungan hidrat arang dalam kolostrum lebih rendah dibanding ASI matur. Ini disebakan oleh aktivitas bayi pada tiga hari pertama masih sedikit dan itdak terlalu banyak memerlukan kalori. Mineral terutama natrium, kalium, dan klorida dalam kolostrum lebih tinggi dibanding ASI matur. Vitamin yang larut di air lebih sedikit. Lemak kolostrum yang lebih banyak mengandung kolesterol dan lisatin sehingga bayi sejak dini sudah terlatih mengolah kolesterol. Kolesterol ini di dalam tubuh bayi membangun enzim yang mencerna kolesterol. Karena adanya tripsin inhibitor, hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat melindungi bayi bila ada protein asing yang masuk akan terhambat dengan volume colostrum yang meningkat, akibat isapan bayi baru lahir secara terus-menerus. Hal ini yang mengharuskan bayi segera setelah lahir diberikan kepada ibunya untuk ditempelkan ke payudara, agar bayi dapat sesering mungkin menyusui.
b.      ASI Transisi diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10. ASI transisi memilki protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktivitas bayi yang mulai aktif karena bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan. Pada masa ini, pengeluaran ASI mulai stabil begitu juga kondisi fisik ibu. Keluhan nyeri pada payudara sudaj berkurang. Oleh karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah kandungan protein dan kalsium dalam makanan ibu.
c.       ASI matur, yaitu ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi yang terus berubah disesuiakan dengan perkembangan bayi sampai usia 6 bulan. ASI matur merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan yang diakibatkan waran garam dan kalsium casenat, riboflamin dan karoten. ASI matur ini mengandung antibodi, enzim dan hormon dan memiliki sifat biokimia yang khas yaitu kapasitas buffer yang rendah dan adanyan faktor bifidus.
3.      Manfaat ASI bagi bayi dan Ibu
Meurut Professor Guida moro dari Melloni Maternity Hospital di Milan tentang manfaat ASI 2/3 dari sistem kekebala tubuh bayi ada dibagian perutnya, sehingga sangat penting untuk memperhatikan apa yang ia makan dan minum. Itu sebabnya mengapa bayi baru lahir sangat membutuhkan ASI terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya.
Manfaat ASI bagi bayi adalah :
a.       Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
b.      Menurunkan terjadinya resiko alergi.
c.       Menurunkan terjadinya resiko penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan.
d.      Menurunkan resiko gangguan pernapasan, seperti flu dan batuk.
e.       Mendukung pertumbuhan kecerdasan anak.
f.       Mendukung pertumbuhan flora usus.
g.       Memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (hanya ASI yang memilikinya).
Manfaat pemberian ASI pada bayi bagi ibu, yaitu :
a.       Mencegah perdarahan
b.      Mendorong terjadinya kontraksi uterus dan mencegah perdarahan yang membantu mempercepat proses involusi uterus.
c.       Mengurangi berat badan
d.      Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
e.       Praktis dan ekonomis.
f.       Sebagai alat kontrasepsi.
4.      Teknik Menyusui yang Benar
a.       Bayi tampak tenang.
b.      Badan bayi menempel pada perut ibu
c.       Mulut bayi terbuka lebar
d.      Dagu menempel pada payudara.
e.       Bibir bawah membuka lebar.
f.       Areola tampak banyak dibagian atas mulut
g.       Puting susu tidak terasa nyeri.
h.      Telinga dan lengan bayi terletak satu garis lurus.
i.        Kepala tidak menengadah.